Aku masuk ke kamar, menguncinya , lalu duduk bersandar di dinding.
Dingin,. Begitu dingin dinding ini. Pungguku seperti bersandar pada sebuah balok es besar, dingin , dan mematikan.
Darahku mulai membeku ,. Kurasakan saraf sekitar punggunggu mulai tak berfungsi.
Dingin ini membuatku semakin rapuh.
Tanganku,. Ya tangan ku melingkar di kedua lututku yang tertekuk.
Aku tersiksa oleh sandaranku sendiri.
Mengapa aku tak berdiri dan menyelimuti tubuhku dengan selimut hangat yang ada di atas ranjangku itu,.
Aku terlalu nyaman dalam dingin ini,. Dingin yang semakin lama berubah menjadi kebekuan.
Lalu akan di apakan jika rasanya sudah beku ?
Aku bertanya pada otakku sendiri,. otak yang juga sudah mulai membeku. Tak mampu terjawab.
Oh,.. Semakin lama aku bersandar aku semakin tak mampu berdiri.
Mungkinkah ini karna rasa nyaman ?
Tidak ,. ini karna balok es yang begitu dingin ini membuatku semakin lemah.
Mengapa aku harus bersandar terus ? Mengapa aku tidak berdiri ?
Apa aku tidak ingin ? Apa aku akan membiarkan diriku ini terus membeku ?
Semakin membeku.
No comments:
Post a Comment