Wednesday, 4 May 2016

Hujan - Jendela Kamarku

Aku terbangun dari tidurku.
Terdengar suara air jatuh dari langit.
Banyak,. sangat banyak,.
Cepat,. sangat cepat,.
Ku buka jendala kamarku yang usang dan memandang keluar, ku lihat air itu jatuh dengan deras.
Itu hujan,. Semua orang tau itu.
Aku melihat tiga anak kecil berlari kesana kemari dengan senyum yang indah di wajahnya, mereka terlihat begitu senang. Hujan itu membuat mereka senang.
Tak jauh dari sana aku melihat sepasang tua rentan berjalan menyusuri jalanan yang mulai tergenang air hujan, dengan wajah kebingungan , mereka seperti sedang mencari sesuatu.
"Apa yang mereka cari?" batinku dalam hati.
Aku terus memperhatikan mereka hingga akhirnya aku melihat mereka berhenti di depan sebuah tempat sampah.
Tiba tiba hpku berbunyi , ku ambil lalu aku baca ada sebuah pesan masuk dari seseorang yang sangat jauh. Aku tak dapat mengerti maksut dari pesan itu. Bahasanya membuat kepalaku pening.
Aku kembali membuka jendela usangku , namun sepasang tua itu sudah tak terlihat.

Aku beralih ke jendela yang satunya,.
Aku melihat banyak mobil lalu lalang, Hujan ini tak mengganggu mereka sama sekali.
Beberapa kali aku melihat genangan air hujan itu menjadi seperti ombak saat di lewati mobil mobil itu.
Aku tak begitu tertarik sehingga aku menutup jendela itu.

Aku buka lagi jendela yang lainnya,.
Aku hanya melihat tembok putih besar,. Bersih ,. Tembok yang sangat kokoh.
Tak ada sedikitpun retak. Ya hanya itu yang ku lihat.

Masih banyak jendela yang belum aku buka , aku tak berniat membukanya sekarang.
Aku terlalu fokus pada tembok  ini.

No comments:

Post a Comment